Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

“Kick Off Meeting” RIF TAHAP III

Kick Off Meeting RIF (Responsive Innovation Fund) Tahap III yang didanai oleh Pemerintah Kanada melalui NSLIC/NSLRED dihadiri 6 Kabupaten Terpilih sebagai pengembangan KPPN. dan 89 peserta yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 4 Juni 2020. (04/06/2020)

Kementerian/Lembaga Nasional dan Pemerintah Daerah juga memberikan dukungan dan menyampaikan kebijakannya dalam upaya mengembangkan ekonomi lokal berbasis wilayah perdesaan. Direktur DTTP Bappenas RI, Bapak Velix Wanggai dalam sambutannya menjelaskan keselarasan NSLIC/NSELRED dalam 7 prioritas RPJMN 2020-2024.

Head of Cooperation Global Affairs Canada (GAC), Bapak Pierre Yves Monnard menyatakan GAC senang bisa ikut meningkatkan pengembangan ekonomi lokal, dan mensupport untuk para petani, meningkatkan kualitas gender dan sosial inclusing. dan sebagai partner Bappenas. bahwasanya RIF /tahap III ini juga merupakan Program Akhir dari RIF. meskipun Pandemic Covid-19 mewabah di seluruh bagian dunia, hal ini tidak menyurutkan niat untuk terus dapat berkoordinasi melalui video conference ini agar program dapat berjalan dengan baik,

Dirjen Kemendesa PDT, Bapak Samsul Widodo menyatakan ketika bicara tentang kawsan perdesaan, banyak sekali budgeting yang masuk kesana,diharapkan NSLIC mampu melakukan blooded finance, ada pendampingan yang dilakukan oleh NSLIC. tidak hanya delivery sistem saja ke daerah. NSLIC juga diharapkan dapat mengarah ke program-program pola inovasi pemulihan ekonomi. dan perlu adanya protokol yang diterapkan pada program ini dalam menghadapi new normal. selain itu Pemda dapat mereplikasi, dan meminta bantuan NSLIC dalam pendampingan jika ada program2 yang butuh pendampingan.

Hadir pula Direktur Pengembangan Wilayah, Bappenas, Bapak Sumedi Andono Mulyo; Executive Vice President Cowater International, Ibu Linda Jones; dan Direktur Proyek NSLIC/NSELRED, Ibu Cavelle Dove. Ketiganya menyebutkan bahwa program RIF dapat menjadi model dukungan nasional untuk pengembangan ekonomi lokal yang inklusif, pengurangan kesenjangan wilayah, dan sensitif gender.

menurut pak syahrul selaku Sesdirjen PDT Produk kawasan perdesaan yang di tingkatkan harus terintegrasi dengan BUMDESMA. kemampuan kelembagaan kerjasama antar desa selaku basis pengembangan kawasan, BKAD harus juga dikembangkan. dalam peningkatan RIF ini. dalam bentuk bimtek, dll. terkhusus untuk design pengembangan kawasan KPPN ledo perlu diperbaiki data statistiknya. yang disusun tahun 2018. sedangkan skema peningkatan training via online masih mungkin kita lakukan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang yang dihadiri langsung oleh Plh. Bupati Bengkayang OBAJA, SE,M.Si menyatakan Kabupaten Bengkayang sangat berterima kasih dengan adanya pendanaan dari RIF Tahap III ini di Kawasan Perdesaan Proritas Nasionl (KPPN) Ledo dan berkomitmen bahwasanya kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan nilai manfaat pada masyarakat yg terdampak di daerah kawasan. (admin/ynti).

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *