Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

FORUM KONSULTASI PUBLIK RENCANA TEKNOKRATIK RPJMD TAHUN 2021-2025 KABUPATEN BENGKAYANG

Pj.Bupati Bengkayang Yohanes Budiman,S.IP.,M.Si. membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Teknokratik RPJMD Tahun 2021-2025 Kabupaten Bengkayang dilaksanakan secara online dan offline di Aula II Lantai V Kantor Bupati Bengkayang tanggal 8 Desember 2020. (08/12/2020).

Rancangan Teknokratik RPJMD ini disusun oleh Tim LP3M Untan dengan Tenaga Ahli Guru Besar FEB Bapak Prof. Dr. Edy Suratman, SE, MA., dan Guru Besar FKIP Bapak Prof. Dr. Aunurrahman, M.Pd, Dr. Sulistyorini, MPd, dengan Tim Dr. Stefanus B. Soeryamasuka, MT, Dr. Erlinda Y. MP. Gungun M. SE, MS. Dr. Maria Christiana I. Kalis. SE, MM, Bapak Thadeus Yus, SH, MPA.

Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si mengatakan “Tujuan dari pelaksanaan ini merupakan langkah awal dari Penyusunan RPJMD Kabupaten Bengkayang Tahun 2021-2025. Dengan menggali data awal. Peran strategis OPD diperlukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 5 Tahun Kedepan. Siapa pun Bupati terpilih pada PILKADA ini, akan tetap menggunakan data yang sudah kita persiapkan. karena Rancangan Teknokratik ini merupakan Bab 1 – 4 pda Dokumen RPJMD Bupati Terpilih”.

Pj. Bupati Bengkayang memberikan arahan bahwa “Konsultasi Publik Rancangan Teknokratik RPJMD Tahun 2021-2025 merupakan suatu proses dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Rancangan ini menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran Pembangunan Daerah. Rancangan Teknokratik RPJMD 2021-2025, disusun sebagai bahan masukan utama perencanaan RPJMD bagi Pemerintahan. Kemudian, sebagai pedoman atau acuan dalam menetapkan Kebijakan Dan Strategi Pembangunan Lima Tahun Kedepan Yang Berkelanjutan Terhadap Pembangunan Jangka Panjang.Pada dasarnya keberhasilan pembangunan terdiri dari 3 Pilar Utama, Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, dan juga Evaluasi. Ketiga Pilar tersebut harus sinkron dan sinergis agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan memiliki pengaruh yang bersifat positif bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung”

Ketika pilar perencanaan sudah baik, namun pada tahap pelaksanaan dan evaluasi tidak baik tentunya akan menghasilkan pembangunan yang tidak sesuai dengan tujuan. tidak bisa dibayangkan, apabila pada tahap perencanaan saja sudah terjadi kesalahan, tentunya simpang deviasi yang terjadi pada hasil pembangunan akan semakin besar dan dapat dijamin bahwa visi pembangunan akan semakin sulit dicapai. memperhatikan hal tersebut, maka diperlukan suatu kajian yang akurat, serta dukungan data serta potensi yang valid dalam penyusunan suatu dokumen perencanaan. Kegiatan ini selanjutnya ditutup dengan penanda tanganan Berita Acara Kesepakatan.(admin/itsnty).

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *