Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

FOCUSS GROUP DISCUSSION (FGD) PENGUKURAN NILAI INDEKS PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN (IPKP) DAN REVIEW DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN (RPKP)

Focuss Group Discussion (FGD) Pengukuran Nilai Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) dan Review Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP)” dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang pada tanggal 22 Desember 2020. FGD ini di pimpin oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Antonius Yewin,SP,MP dengan Moderator oleh Kasubbid Pemerintahan Bernarda Briggita.U,S.STP.,M.A.P dan dihadiri oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bengkayang,Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang,Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Kabupaten Bengkayang,Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkayang,Dinas Penanaman Modal, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, PTSP Kabupaten Bengkayang, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Bidang Pengendalian, Statistik dan Litbang Bappeda Kabupaten Bengkayang, Bidang Fisik dan Tata Ruang Kabupaten Bengkayang, Pendamping Kawasan.

Arahan dari Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang menyampaikan bahwa : ” FGD ini dilaksanakan untuk Menindaklanjuti Surat dari Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia  Nomor : 709/PKP.00.02/XI/2020 tanggal 30 November 2020 Hal: Pelaksanaan Review Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) dan Pengumpulan Data Indeks Perkembangan Kawasan Perdesaan.

Pemaparan pendamping kawasan Bpk. Supriadi mengatakan bahwa “indeks pengembangan kawasan adalah 5W + 1 H yaitu : What, Who,Where,Why, When dan How. hingga tahun 2024 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di proyeksikan masih berada pada status IPKP dengan status konsolidasi.”

Pada indeks perkembangan kawasan perdesaan terdapat beberapa indicator pada 5 dimensi yaitu : dimensi social budaya, dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dimensi jejaring prasarana dan dimensi kelembagaan. Yang pada akhir dari penilaian indeks pengembangan kawasan perdesaan yaitu tingkatan kawasan inisiasi, kawasan konsolidasi, kawasan mandiri dan kawasan berdaya saing.

Pada kawasan perdesaan prioritas nasional (KPPN) Ledo berada pada kawasan konsolidasi hasil dari penilaian IPKP di tahun 2019. Dan diproyeksikan hingga tahun 2024 masih berada pada kawasan konsolidasi yaitu Kawasan perdesaan yang ditandai dengan kelembagaan kawasan perdesaan yang mulai bekerja, komoditas unggulan mulai dikembangkan, infrastruktur telah dibangun, namun belum didukung oleh Pendidikan vokasi.

FGD ini kemudian dilakukan pembagian grup diskusi menjadi 5 Grup untuk memberikan penilaian pada IPKP Kawasan Ledo berdasarkan dimensi  dimensi social budaya, dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dimensi jejaring prasarana dan dimensi kelembagaan. Yang kemudian hasil akhir dari penilaian IPKP akan di pleno kan pada Focuss Group Discussion (FGD) Pengukuran Nilai Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) dan Review Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP)”

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *