Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Oktober 2021

Bupati Bengkayang bersama Ketua Dekranasda Hadiri Monitoring Evaluasi dan Penutupan Program RIF III di Kabupaten Buleleng

Kegiatan Penutupan Program RIF Tahap III di Kab. Buleleng Bali. Adapun peserta yg hadir dari 6 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional yang di dampingi oleh RIF NSLIC. Dalam kegiatan tersebut hadir Bupati Bengkayang beserta Ketua Dekranasda Ny. Anita Sebastianus Darwis juga di dampingi oleh Sekretaris Bappeda Kab. Bengkayang, selain Bupati Bengkayang juga hadir Bupati Klungkung dan Bupati Mamuju.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut Kegiatan hari Pertama adalah semua Peserta di ajak mengunjungi Kawasan Bali Age mengunjungi Rumah Pajang, Lokasi Pengolahan Gula Aren, Budidaya Lebah Madu, kelompok Anyaman Bambu, selanjutnya kegiatan seremonial Di Rumah Adat Kawasan Bali Age yaitu Sambutan dari Bupati Buleleng, Sambutan dari NSLIC ( Bu Cavel Dove) serta pemaparan dari PIC Kawasan Bali Age (Buleleng) di lanjutkan dengan diskusi dengan Bumdesma.


Di hari ke -2 Kegiatan Pemaparan dari masing2 kawasan. di mana Bupati Bengkayang dalam pemaparannya menyampaikan. Kondisi Kawasan KPPN Ledo sebelum dan setelah pendampingan Program RIF terdapat beberapa perkembangan yang baik setelah dilakukan pendampingan, seperti pemerintah daerah saling bersinergi dengan dalam penanganan kawasan, secara kelembagaan sudah terbentuk Bumdes di 6 Desa dan BUMDESMA LEDO JAYA, selain itu kegiatan peningkatan kapasitas bumdes dan BUMDESMA, pengolahan produk turunan jagung menjadi kerajinan, produk makanan olahan berbahan dasar jagung serta pengolaha pakan ternak.. Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga terutama kepada Bappenas, KemendesPDT serta yang paling utama adalah pemerintah Canada melalui NSLIC yang telah mempercayakan Kab. Bengkayang untuk melaksanakan program RIF.. kedepan pak Bupati mengharapkan agar ada dukungan dari kementerian/lembaga untuk mendukung pendampingan program di KPPN Ledo mengingat masih banyak yg harus dikembangkan terutama perbaikan infrastruktur dan sarana produksi pertanian dan peternakan. (itsnty)

Koordinasi Pokja PKP Kab. Bengkayang dengan Baznas Kabupaten dan Pengurus Masjid, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat

Pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 PKP Kab. Bengkayang dengan Baznas Kabupaten dan Pengurus Masjid, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat melakukan peninjauan ke lapangan terkait uji coba model layanan sanitasi skala terbatas, yang melibatkan pendanaan dari lembaga non pemerintah utk pembangunan sarana sanitasi. (21/10/2021).

Dalam rangka Milestone 3, Baznas Kab. Bengkayang dan Baznas Prov. Kalimantan Barat akan membangun fasilitas sanitasi di Masjid Nurul Iman Sekayok berupa tempat sarana MCK dan tempat wudhu untuk jamaah laki² dan jamaah perempuan, masing-masing 2 unit di atas tanah seluas 4 x 6 meter. (itsnty)

RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN COACHING CLINIC 3 PENYUSUNAN DOKUMEN STRATEGI SANITASI KABUPATEN (SSK)

Rapat Persiapan Pelaksanaan Coaching Clinic 3 Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang dihadiri oleh Balai Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan Daerah Tertinggal, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Bidang PPM Bappeda Kabupaten Bengkayang, Bidang PSDA Bappeda Kabupaten Benglayang. (21/20/2021).

Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Infrastruktur dan Wilayah Bappeda Kabupaten Bengkayang Susandri Kisman,ST dalam arahannya, “perlu penajaman rencana aksi dari paket kebijakan yang sudah ditetapkan dan Best Practice yang masuk dalam quick win diharapkan benar-benar tepat sasaran dan menjadi sampling yang baik sebagai pemicuan untuk yang lain”

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi Rencana Aksi Kegiatan, Quick Win dan Penetapan Desa Sasaran ODF. dengan Pokja PKP menyepakati beberapa sasaran dan program. kesepakatan penetapan Desa Sasaran ODF dengan memperhatikan status BABS di instrumen SSK dan kemungkinan pendanaan yang dapat mendorong tercapainya Desa Sasaran tersebut.(itsnty).

RAPAT KOORDINASI PROGRAM KOTAKU TAHUN 2021

Pada hari selasa tanggal 12 Oktober 2021 dilakukan Rapat Koordinasi Kegiatan KOTAKU Tahun 2021 bertempat diruang rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang. Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Infraswil Bappeda Kabupaten Bengkayang Susandri Kisman,ST dengan dihadiri oleh Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Kabid Perkim, Kabid Perumahan, Kabid Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Lingkungan Hidup, Pokja PKP, Kasubbid Pengembangan Wilayah Bappeda dan Koordinator Kabupaten KOTAKU.

Kegiatan ini merupakan Rapat Rutin Kegiatan KOTAKU, selaku Pokja PKP. Beberapa kegiatan sudah dilaksanakan,  terkait pelaksanaan monev / progress program KOTAKU. dan sekarang sedang berlangsung rapat koordinasi ke-2 Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Pontianak tanggal 11-13 Oktober 2021, ada beberapa hal yang harus disikapi. Terkait progress pelaksanaan KOTAKU yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang.

Secara prinsip progress  pelaksanaan program KOTAKU terkait pembangunan pusat kuliner Kabupaten Bengkayang yang sudah berjalan baru terlaksana Progress BPM Kotaku di Kab. Bengkayang dengan persentase 25,20% dengan deviasi +7,15.(deviasi + termasuk baik) Masuk no urut pertama di prov Kalbar dengan persentase progress fisik paling kecil se-Kalbar. dengan beberapa kendala antara lain :

  1. Keterlambatan dalam pelaksanaan (23 Agustus s/d 31 Desember 2021) karena masalah lahan, sehingga pelaksanaan lambat.
  2. Cuaca ekstrim.
  3. Ketersediaan Material yang terbatas.

Untuk progress pelaksanaan yang cenderung lambat, agar dilakukan percepatan pelaksanaan apakah melalui mobilisasi pekerja,material, dan melakukan supervisi secara intens oleh Pokja PKP bersama dengan BKM dan KSM. kemudian agar Koordinator Kabupaten KOTAKU dapat lebih berkoordinasi secara intens ke Pokja PKP jika ada permasalahan dilapangan. (itsnty).

Rapat Intern Finalisasi Renstra OPD Bappeda Kabupaten Bengkayang Tahun 2021-2026

Rapat internal mengenai Rencana Strategis (RENSTRA) OPD BAPPEDA Kabupaten Bengkayang 2021-2026 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Oktober 2021 bertempat di ruang rapat Aula BAPPEDA Kabupaten Bengkayang Dr. YAN, S.Sos., M.Si.; rapat ini dipimpin oleh Kepala BAPPEDA Kabupaten Bengkayang dengan dihadiri oleh Sekretaris Badan, Para Kabid, Kasubbag dan beberapa Kasubbid di lingkungan BAPPEDA Kabupaten Bengkayang.

Ada beberapa point dalam draf RENSTRA BAPPEDA Kab. Bengkayang 2021-2026 yang diperbaiki, yaitu : 1. Permasalahan Pelayanan Bappeda berdasarkan Sasaran RENSTRA;2. Data dalam Tabel T-C.25 sampai dengan Tabel T-C.28;3. Dalam Tabel T-C.25 perlu diuraikan kembali dalam tujuan yang merupakan turunan dari RPJMD periode 2021-2026;4. Tabel T-C.27 menyingkronkan kembali angka dengan menyesuaikan angka didalam RPJMD periode 2021-2026 (program);5. Tabel T-C.28 perlu disesuaikan kembali dengan RPJMD periode 2021-2026 pada Bab 8;6. Narasi disetiap Bab disesuaikan kembali;7. Pada Bab III.3 mengenai keselarasan Sasaran RENSTRA Provinsi dan RENSTRA Kabupaten Bengkayang sehingga perlu dilakukan koordinasi dan konsultasi ke BAPPEDAProvinsi Kalimantan Barat. 

Selain membahas RENSTRA OPD BAPPEDA Kabupaten Bengkayang, dalam rapat juga membahas perkembangan RENSTRA OPD-OPD dari masing-masing bidang yang mengampu.(itsnty)

POKJA PKP BERKOORDINASI DENGAN BAZNAS KABUPATEN BENGKAYANG TERKAIT BANTUAN DI BIDANG SANITASI SEBAGAI IMPLEMENTASI DARI SSK KABUPATEN BENGKAYANG

pada hari Rabu tanggal 6 Oktober 2021 bertempat di sekretariat BAZNAS Kabupaten Bengkayang, Pokja PKP melakukan koordinasi terkait bantuan MCK yang diusulkan ke Baznas Kabupaten.

Bantuan yang diberikan oleh Baznas Kabupaten Bengkayang ini merupakan salah satu CSR yang diberikan di bidang sanitasi berupa Pembangunan MCK, untuk lokasi Pembangunan MCK masih akan dibahas di intern sekretariat Baznas Kabupaten.

Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Informasi Pembangunan Berkelanjutan (SITUPEN)

Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Informasi Pembangunan Berkelanjutan (SITUPEN) dilaksanakan pada hari rabu tanggal 6 oktober 2021 bertempat di  Ruang Rapat Bupati Bengkayang, kegiatan di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang OBAJA,SE,M.Si dengan dihadiri oleh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang terkait dan Organisasi Non Pemerintah Wahana Visi Indonesia.

Sambutan Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR. YAN,S.Sos.,M.Si “Sosialisasi dan Pelatihan SITUPEN ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dan untuk melakukan kewajiban kita dalam melaporkan realisasi dari capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau yang lebih dikenal dengan Suistanable Development Goals (SDG’s) ini. Jadi meskipun kegiatan ini dilaksanakan ditengah pandemi covid-19 dengan menerapkan prokes, agar peserta paham menggunakan applikasi dan dapat segera menginput rencana aksi serta menyampaikan realisasi dari program yang mendukung capaian SDGs ini”

Arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang OBAJA,SE,M.Si “perlu kerja tim dalam melakukan pelaporan, bagi yang sudah mendapat akun SITUPEN ini agar bertanggung jawab sepenuhnya dalam melaporkan realisasi SDGs Kabupaten Bengkayang. Melihat target jangka Panjang SDGs hingga tahun 2030, apakah kita bisa mengejar capaian ini? Setidaknya SDM harus kita persiapkan, agar realisasi program dapat tercapai secara keseluruhan”

Kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan Akun SITUPEN dan Pemaparan dari Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Antonius Yewin,SP,MP mengenai Pelaporan dan Monitoring Sdgs.

Pelatihan Input Rencana Aksi Daerah SDGs dilakukan dengan mengisi data isian matriks 2 dan matriks 3 serta cara melaporkan realisasi program, peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan ini, diharapkan Kabupaten Bengkayang dapat segera melakukan pelaporan melalui www.tpb.kalbarprov.go.id sebagai tambahan informasi baru 2 Provinsi yang memiliki applikasi dalam pelaporan capaian SDGs, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Kalimantan Barat.(itsnty).