Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Juni 2021

Rapat Pembahasan Matrik MOU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan Badan Tenaga Atom Nasional

Rapat Pembahasan Matrik MOU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan Badan Tenaga Atom Nasional dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang pada hari jumat tanggal 25 juni 2021. Rapat dipimpin oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si hadir dalam rapat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkayang;Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang;(yang mewakili), Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkayang;Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang(yang mewakili),Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Bengkayang;Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Litbang BAPPEDA Kabupaten Bengkayang;(yang mewakili), Kepala Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia BAPPEDA Kabupaten Bengkayang(yang mewakili),Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam BAPPEDA Kabupaten Bengkayang(yang mewakili).

Dalam Rapat ini Kepala Bappeda menghimbau kepada OPD terkait yang belum menyampaikan matriks agar segera disampaikan matrik rencana aksi guna MOU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan Badan Tenaga Atom Nasionala. agar Bagian pemerintahan untuk mengkonfirmasi dengan BATAN terkait hal-hal yang perlu dituangkan dalam rencana aksi dan waktu. b. Draf matrik rencana aksi menjadi tanggung jawab OPD yang berkaitan dengan program kegiatan dalam rencana aksi. c. Yang dituangkan dalam rencana aksi hanya program-program prioritas yang mengaju pada RPJMD. 

Kegiatan pembahasan matrik rencana aksi ini guna MOU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan Badan Tenaga Atom Nasional. (admin/itsnty).

Rapat Evaluasi Progres dan Verifikasi serta penentuan urutan Prioritas Usulan DAK 2022

Rapat Evaluasi Progres dan Verifikasi serta penentuan urutan Prioritas Usulan DAK 2022 di laksanakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Bengkayang pada hari Rabu Tanggal 23 Juni 2021, dengan dihadiri oleh OPD terkait pengampu DAK 2022. rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkayang H.Syamsul Rizal dan Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si (23/06/2021).

Sosialisasi/Pelatihan Penginputan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021

Sosialisasi/Pelatihan Penginputan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021 dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang pada tanggal 23 juni 2021.Kegiatan ini menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri, Nomor 002.6/3363/SJ, tanggal 8 Juni 2021 perihal Penilaian Indeks Inovasi Daerah dan Pemberian Penghargaan Innovative Govemment Award (IGA) Tahun 2021. Oleh karena itu diharapkan pada semua OPD di Kabupaten Bengkayang dapat mempersiapkan dan menginput usulan kegiatan inovasi daerah khususnya kegiatan yang telah dilaksanakan dari tahun 2019 – 2020.

Berdasarkan Radiogram dari Menteri Dalam Negeri No : 002.6/3301/SJ tanggal 29 Mei 2020 perihal Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021, Kabupaten Bengkayang masuk dalam kategori Kabupaten Inovatif yang menduduki peringkat 157 dari 415 Kabupaten se-Indonesia dan mendapatkan skor indeks inovasi sebesar 549. Usulan inovasi yang dinilai ini adalah usulan yang diinput pada tahun 2020 lalu. Harapannya dapat memberikan motivasi bagi seluruh Perangkat Daerah untuk lebih aktif dan inisiatif dalam meningkatkan nilai indeks inovasi Kabupaten Bengkayang pada tahun 2021. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 23 Juni 2021, dimulai pukul 09.00 Wib – selesai, bertempat di Aula Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Bengkayang yang dibuka oleh Kabid Pengendalian dan Litbang Bappeda Kab. Bengkayang, Emil Cans, S.STP, M.Si  sekaligus memberikan penjelasan singkat terkait materi,  selanjutnya pemaparan terkait teknis penginputan usulan disampaikan oleh Kasubbid Data dan Litbang, Vian Astara, ST. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat/Pelaksana pada Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang yang membidangi kegiatan inovasi.

Adapun bentuk inovasi daerah yang diusulkan ada 3 yaitu :  Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Inovasi Pelayanan Publik dan Inovasi bentuk lainnya sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. 

OPD diberikan user name dan password selanjutnya dilakukan simulasi terkait penginputan usulan inovasi berdasarkan pedoman teknis pelaporan indeks inovasi daerah tahun 2021 yang sudah di fotocopy dan dibagikan pada masing-masing OPD.

Laporan Inovasi daerah disampaikan kepada Tim Penilai melalui http://indeks.inovasi.litbang.kemendagri.go.id/layanan dari bulan Juni hingga 13 Agustus 2021 pukul 23.59 WIB. Bappeda sebagai koordinator yang membidangi inovasi daerah akan merekap semua usulan OPD dan mengirimkannya secara online melalui akun pemerintah daerah ke Kementerian Dalam Negeri untuk diukur dan dinilai.

Audiensi dan Orientasi Lapangan KKM Tematik Fakultas MIPA Tahun 2021

Audiensi dan Orientasi Lapangan KKM Tematik Fakultas MIPA Tahun 2021 dilaksanakan Ruang Rapat Bupati Bengkayang pada hari Rabu tanggal 23 Juni 2021 dipimpin oleh Wakil Bupati Bengkayang H.Syamsul Rizal bersama Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si dengan dihadiri oleh OPD terkait dan dari FMIPA hadir Dr. Afghani Jayuska, S. Si, M. Si Dekan MIPA, Wakil Dekan III bapak Dr. Rafdinal, Bapak Hamka, M. Si, dan beberapa Dosen serta Tendik MIPA Untan. Ini merpakan wujud juga dari Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.(23/06/2021).

Beberapa manfaat yang diperoleh langsung oleh masyarakat lokasi tujuan KKN adalah Memperoleh  bantuan  pemikiran  dan  tenaga  untuk  merencanakan  serta  melaksanakan pengembangan masyarakat,Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan penanganan Covid-19. Meningkatkan  kemampuan  berfikir,  bersikap,  dan  bertindak  dalam  menyelesaikan permasalahan di desa meliputi pembangunan, pendidikan, kesehatan dan kebencanaan di desa. Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pemberdayaan masyarakat dan desa. ◦Membentuk kader-kader pemberdayaan masyarakat.

Dalam audiensi ini Mahasiswa rencananya akan ditempat maksimal 10 orang per desa di wilayah KKN . Mahasiswa yang akan melakukan KKN akan diperbantukan di Desa dalam beberapa program diantaranya : Penyelenggaran Pemerintahan Desa, Pelaksaaan Pembangunan Desa, Pembinaan dan Pemberdayaan masyarakat serta tanggap darurat Kebencanaan. Wakil Bupati Bengkayang menghimbau agar program ini dapat membantu masyarakat dilokasi KKN secara langsung. (admin/itsnty).

KICK OFF MEETING POKJA-PKP KABUPATEN BENGKAYANG

Pada hari selasa tanggal 22 juni 2021 bertempat di Aula 2 Lantai 5 Kantor Bupati Bengkayang, Bappeda Kabupaten Bengkayang menggelar Kick off Meeting Pokja-PKP Kabupaten Bengkayang dengan tema “Implementasi SSK Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman”. (22/06/2021).

Kick Off Meeting ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Bappeda Kabupaten Bengkayang Obaja,SE,M.Si dengan dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah Terkait, Wahana Visi Indonesia, Pamsimas, dan Direktur PDAM. hadir di acara ini tim dari Balai Prasarana Wilayana KemenPUPR dan Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Antonius Yewin,SP,MP acara ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. Sekda Kabupaten Bengkayang berharap dengan diselenggarakan acara ini dapat terjadi sinkronisasi program multi sektoral yang berperan dalam percepatan sanitasi di Kabupaten Bengkayang.

Acara kemudian dipandu oleh Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Susandri Kisman,ST dengan pemaparan materi dari Dinas Permukiman, Perumahan Rakayat dan Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Kesehatan dan KB. yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi secara panel. (admin/itsnty).

FOCUS GROUP DISCUSSION Penyusunan RPJMD Kabupaten Bengkayang periode 2021-2026

Kegiatan FGD ini merupakan suatu langkah penting yang diinisiasi oleh Bappeda Kabupaten Bengkayang bersama dengan Tim Penyusun RPJMD dari LPPKM UNTAN, dengan melibatkan seluruh Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang untuk duduk bersama berdiskusi secara online guna membahas penyempurnaan draft dokumen RPJMD Kabupaten Bengkayang periode Tahun 2021-2026, dengan harapan dapat diberikan masukan dan saran dalam mempertajam tujuan, sasaran, indikator dan capaian kinerja yang akan di capai Kabupaten Bengkayang lima tahun kedepan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 17 Juni 2021, dimulai pukul 09.00 Wib – selesai, melalui media Zoom Cloud Meeting dengan Moderator Kabid Pengendalian dan Litbang Bappeda Kab. Bengkayang, Emil Cans, S.STP, M.Si.

Adapun peserta yang menghadiri kegiatan FGD ini antara lain : Tim Penyusun dari LPPKM UNTAN, Asisten III Setda Kab Bengkayang merangkap Plt. Kepala BPKAD, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan merangkap Kepala Badan Pengelola Perbatasan, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kadis DPRPLH, Kadis Perikanan dan Kelautan, Plt. Kadis Pangan Pertanian dan Perkebunan, Kabag Organisasi Setda, para Kabid, Kasubbid, Kasubbag Renja dan Keuangan yang mewakili Kepala Badan/Dinas/Kantor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang sekaligus Kepala Bappeda beserta para Kabid dan Kasubbid di Bappeda Kabupaten Bengkayang.

Acara dimulai dengan Pengantar singkat oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang, DR. YAN, Sos, M.Si, yang menyatakan bahwa dalam penentuan tujuan, sasaran, indikator dari visi misi Kepala Daerah yang akan dicapai, harus mempertimbangkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Bengkayang, draft penentuan indikator kinerja yang ada harus disesuaikan kembali secara berjenjang mulai dari penentuan indikator kinerja Kepala Daerah yang sifatnya lebih makro, tidak terlalu rinci, seterusnya mengerucut pada penentuan indikator kinerja Kepala OPD sampai pada eselon IV. Kepala Bappeda juga menghimbau kepada peserta FGD, terutama pada setiap Perangkat Daerah dan Bidang-bidang di Bappeda untuk mensupport data sesuai dengan tugas dan kewenangan agar tersusunnya Dokumen RPJMD Kabupaten Bengkayang yang smart, terukur dan dapat diimplementasikan dan dipertanggungjawabkan pada masa akhir jabatan Kepala Daerah.

Selanjutnya ada beberapa point yang disampaikan oleh Tim Penyusun RPJMD dari LPPKM UNTAN (Bapak Radian, Bapak Iqbal, Pak Wahyudi, Pak Said, Pak Jumadi)   yaitu : Penyusunan RPJMD Kabupaten Bengkayang sangat minim data realisasi perkembangan pembangunan dari tahun 2016-2020; pada Bab 5, keterisian pada kondisi awal indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang masih belum lengkap; pembangunan di Bidang Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Perdagangan dan Perindustrian,Lingkungan Hidup, dan Pariwisata dapat difokuskan dan perlu diungkit pada wilayah perbatasan, dimana perbatasan merupakan isu strategis dalam prioritas pembangunan nasional; perlu adanya pertemuan dan pembahasan lebih lanjut secara tatap muka agar lebih fokus membahas dan memetakan data-data yang belum lengkap, dan mempertajam tujuan, sasaran dan indikator kinerja masing-masing bidang secara detil. Selain beberapa point yang disampaikan Tim Penyusun, mereka sangat mengapresiasi kegiatan FGD ini, harapannya dapat memberikan support data dan padu serasi antara data-data yang telah disediakan, sehingga dapat memperkaya muatan dokumen RPJMD Kabupaten Bengkayang.

Merespon dari beberapa point yang disampaikan oleh Tim Penyusun, beberapa Kepala OPD memberikan tanggapan dan masukan diantaranya : Plt. Kepala Dinas Pendidikan Bapak Drs. Pinus Samsudin menyatakan bahwa perlu adanya keseimbangan pada penentuan tujuan sasaran dan indikator, tidak hanya fokus pada program kegiatan yang bersifat fisik saja melainkan non fisik juga mesti dijadikan bahan pertimbangan supaya OPD dapat lebih mudah menterjemahkan dalam Rencana Strategis OPD; dari Kabag Organisasi Ibu Heni Juniarti, ST, MM, menyampaikan terkait indikator kinerja yang disusun dalam RPJMD sebaiknya bersifat makro, selanjutnya secara berjenjang mengurucut dan lebih detil dituangkan dalam indikator kinerja OPD sampai pada level Bidang di OPD; Kepala Dinas Pemukiman, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup Drs. Lorensius menyampaikan bahwa harus ada singkronisasi KLHS dengan RPJMD, kewenangan urusan persampahan agar diperjelas, perlunya pembinaan pada kegiatan pencemaran limbah pabrik, rumah tangga dan PETI; Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan, Erlianus, SP menitikberatkan pada penegasan terhadap Indikator Bidang Ketahanan Pangan harus diperhatikan juga, tidak hanya pada komoditi pertanian, perkebunan; Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. Magdalena menyatakan bahwa tujuan, sasaran dan target dalam Bidang Perikanan dan Kelautan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di Kabupaten Bengkayang, lebih fokus pembahasannya dan pada penentuan fokus program kegiatan harus dapat bersinergi dengan OPD terkait; terkait Perbatasan, disampaikan juga oleh Pak Drs. Pinus Samsudin dimana indikator yang ada pada Rancangan RPJMD tidak hanya pokus pada Jagoi Babang, tapi juga Kecamatan Siding,  tidak hanya beberapa urusan saja yang menjadi fokus pada wilayah perbatasan namun semua urusan pembangunan harus diperhatikan. Pada dasarnya, dari perumusan indikator RPJMD yang disusun, OPD siap mendukung dan menindaklanjuti melalui pembahasan lebih rinci,  serta mensupport data-data yang diperlukan.

Secara umum, diskusi pada kegiatan Focus Group Discussion ini pada dasarnya menitikberatkan pada ketersedian data dan perumusan tujuan, sasaran dan indikator dalam rancangan RPJMD Kabupaten Bengkayang. Kesimpulan  yang disampaikan dari Tim Penyusun RPJMD, bahwa pemetaan data harus divalidasi secara tepat, dari semua aspek urusan bidang. Semua masukan dan tanggapan dari FGD ini menjadi catatan penting bagi Tim Penyusun RPJMD. Terkait perumusan tujuan sasaran dan indikator, perlu diagendakan pertemuan dan pembahasan lebih lanjut secara detil antara Tim Penyusun RPJMD melibatkan semua perangkat daerah di Kabupaten Bengkayang, dan akan difokuskan pembahasan pada masing-masing urusan bidang.

RAPAT EVALUASI PELAKSANAAN DAK TAHUN 2021 DAN USULAN DAK TAHUN 2022

Wakil Bupati Bengkayang memimpin Rapat Evaluasi pelaksanaan DAK tahun 2021 dan usulan DAK tahun 2022 (2/6/2022). pada kesempatan rapat tersebut Wakil Bupati menegaskan “agar DAK tahun 2021 harus dilaksanakan dengan baik, uang yang diberikan ke daerah harus utuh dibelanjakan jangan sampai dikembalikan ke pusat”. sedangkan untuk usulan DAK tahun 2022 harus diusulkan secara maksimal, sehingga ditahun depan kita mendapat alokasi anggaran sebesar-besarnya, karena kita tahu semua tidak mungkin kita bisa membangun Bengkayang ini hanya mengharapkan Dana Alokasi Umum (DAU). pada kesempatan yang sama juga Wakil Bupati meminta kepada Pimpinan OPD harus semangat dalam bertugas, kalau pimpinan ‘letoy’ bagaimana dengan bawahannya?, selain itu disampaikan tidak ada lagi ego sektoral dalam bertugas, semua harus berbuat untuk kemajuan Kabupaten Bengkayang.

Rapat Evaluasi ini dilakukan via Zoom Meeting, karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, bertindak sebagai moderator adalah Kepala Bappeda DR. YAN, S.Sos, M.Si. peserta rapat antara lain Kadis Dikbud, Kadis PU, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis PerkimLH, Inspektur Bengkayang, Kepala BPKAD, juga perwakilan OPD lainnya yang berhubungan dengan DAK tahun 2021 dan 2022. (MYD).