Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Hari: 3 Februari 2021

PELATIHAN ANALISIS RANTAI NILAI / VALUE CHAIN ANALYSIS (VCA) TAHAP III

Pelatihan Analisis Rantai Nilai / Value Chain Analysis (VCA)  Tahap III secara online dan Offline melalui applikasi Zoom Meeting dipimpin oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang ANTONIUS YEWIN,SP,MP. Hadir secara online dalam Rapat Narasumber (Pak Hidayat), Sekretariat NSLIC, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Perwakilan UKM ( Bpk. Kasianus),RIF Asistant (Bu Zahra), Tenaga Ahli  P3MD,Dinas Penanaman Modal, PTSP Kabupaten Bengkayang,Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal  Kabupaten Bengkayang,Bank BRI Cabang Bengkayang kemudian hadir secara offline Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang,Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang,Perwakilan UKM (Ibu Yustina Ita),Bidang Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Bengkayang, Bidang Fisik dan Tata Ruang BAPPEDA Kabupaten Bengkayang,Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan BAPPEDA Kabupaten Bengkayang,PIC Bappeda Kabupaten Bengkayang,RIFTA (bu Etti dan bu Netty),Pendamping Kawasan,Bumdesma Ledo Jaya (bu Desi). (3/2/20121).

Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si memberikan arahan bahwa “dalam mendukung KPPN Ledo, Pemda memfokuskan kegiatan dan bantuan di Kawasan Ledo dalam mendukung keberhasilan Program Nasional dan RIF tahap III, salah satunya adalah adanya Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Perindutrian dan Perdagangan berupa bantuan mesin tepung yang kemudian diarahkan ke Kawasan Ledo”

Tujuan dari pelatihan ini adalah bagaimana kita memahami metode analisis rantai nilai dan mengaplikasikannya untuk perencanaan penguatan rantai nilai komoditas terpilih di Kawasan. kemudian Simulasi identifikasi masalah yaitu mencari akar masalah dari produktivitas tanaman jagung yang rendah dan kualitas jagung petani yang masih rendah. Keterlibatan stake holder salah satunya BMKG, bekerja sama mengenai prakiraan cuaca. Agar para petani bisa bercocok tanam dan proses pengeringan pasca panen.

Rekomendasi dari hasil pelatihan ini yaitu : perlu memperkuat bagaimana untuk peningkatan produktivitas melalui demplot dimusim tanam pertama dan kedua, pengembangan produk turunan melalui (mutu,kemasan dan pemasaran) kemudian penguatan kapasitas BUMDESMA. (admin/itsnty).