Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Desember 2020

FOCUSS GROUP DISCUSSION (FGD) PENGUKURAN NILAI INDEKS PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN (IPKP) DAN REVIEW DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN (RPKP)

Focuss Group Discussion (FGD) Pengukuran Nilai Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) dan Review Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP)” dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang pada tanggal 22 Desember 2020. FGD ini di pimpin oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Antonius Yewin,SP,MP dengan Moderator oleh Kasubbid Pemerintahan Bernarda Briggita.U,S.STP.,M.A.P dan dihadiri oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bengkayang,Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang,Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Kabupaten Bengkayang,Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkayang,Dinas Penanaman Modal, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, PTSP Kabupaten Bengkayang, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Bidang Pengendalian, Statistik dan Litbang Bappeda Kabupaten Bengkayang, Bidang Fisik dan Tata Ruang Kabupaten Bengkayang, Pendamping Kawasan.

Arahan dari Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang menyampaikan bahwa : ” FGD ini dilaksanakan untuk Menindaklanjuti Surat dari Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia  Nomor : 709/PKP.00.02/XI/2020 tanggal 30 November 2020 Hal: Pelaksanaan Review Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) dan Pengumpulan Data Indeks Perkembangan Kawasan Perdesaan.

Pemaparan pendamping kawasan Bpk. Supriadi mengatakan bahwa “indeks pengembangan kawasan adalah 5W + 1 H yaitu : What, Who,Where,Why, When dan How. hingga tahun 2024 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di proyeksikan masih berada pada status IPKP dengan status konsolidasi.”

Pada indeks perkembangan kawasan perdesaan terdapat beberapa indicator pada 5 dimensi yaitu : dimensi social budaya, dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dimensi jejaring prasarana dan dimensi kelembagaan. Yang pada akhir dari penilaian indeks pengembangan kawasan perdesaan yaitu tingkatan kawasan inisiasi, kawasan konsolidasi, kawasan mandiri dan kawasan berdaya saing.

Pada kawasan perdesaan prioritas nasional (KPPN) Ledo berada pada kawasan konsolidasi hasil dari penilaian IPKP di tahun 2019. Dan diproyeksikan hingga tahun 2024 masih berada pada kawasan konsolidasi yaitu Kawasan perdesaan yang ditandai dengan kelembagaan kawasan perdesaan yang mulai bekerja, komoditas unggulan mulai dikembangkan, infrastruktur telah dibangun, namun belum didukung oleh Pendidikan vokasi.

FGD ini kemudian dilakukan pembagian grup diskusi menjadi 5 Grup untuk memberikan penilaian pada IPKP Kawasan Ledo berdasarkan dimensi  dimensi social budaya, dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dimensi jejaring prasarana dan dimensi kelembagaan. Yang kemudian hasil akhir dari penilaian IPKP akan di pleno kan pada Focuss Group Discussion (FGD) Pengukuran Nilai Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) dan Review Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP)”

Focuss Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Penyusunan Profil dan Analisis Daerah (PrADa) Kabupaten Bengkayang Tahun 2020

Diskusi Terarah / Focuss Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Penyusunan Profil dan Analisis Daerah (PrADa) Kabupaten Bengkayang Tahun 2020 dilaksanakan dilaksanakan secara tatap muka/offline dan juga online melalui aplikasi Zoom Cloud
Meeting bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang pada hari jumat tanggal 18 Desember 2020, FGD dipimpin oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Litbang Bappeda Kabupaten Bengkayang Emil Cans, S.STP.,M.Si dengan moderator Kasubbid Data dan Litbang Vian Astara,ST (18/12/2020).

Kegiatan FGD ini merupakan tindak lanjut dari FGD Pendahuluan Penyusunan Profil Dan Analisis Pembangunan Daerah (Prada) Kabupaten Bengkayang Tahun 2020 yang dilaksanakan tanggal 25 November 2020 lalu.Tujuannya adalah untuk mendiskusikan hasil analisa penyusunan profil dan analisis pembangunan Daerah terutama pada Bab III yang memuat analisa profil dan pembangunan, Bab IV yang memuat hasil analisa Prada, dan Bab V, yang berisi Kesimpulan dan Rekomendasi.

Pada FGD sebelumnya, Latar Belakang, Maksud dan Tujuan penyusunan, Dasar Hukum, pengertian PrAda , kerangka Penyusunan, Gambaran Umum, dan Metode Analisis yang digunakan, sudah dipaparkan secara garis besar, terutama pada penentuan Dimensi, Tematik, Komponen dan Indikator-indikator yang menjadi tolak ukur dalam analisa.

FGD ini dilaksanakan dengan menggunakan media Zoom Cloud Meetings dan pertemuan secara langsung di Aula Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Bengkayang dimulai pukul 09.00 Wiba- Selesai.

Adapun peserta yang menghadiri undangan secara langsung antara lain : Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabid Data pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bengkayang, Perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bengkayang, Dinas Koperasi dan UMKM Kab Bengkayang, para Kabid dan Kasubbid pada Bappeda Kabupaten Bengkayang.

Peserta yang menghadiri melalui Zoom Cloud Meetings antara lain : Dr. Rosyadi, SE, M.Si dan Dr. Maria Christiana Iman Kalis, SE, MM selaku tenaga ahli/pendamping dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura Pontianak, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kasubbag Renja Dinas Kesehatan dan KB, Kasubbag Renja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

FGD Laporan Akhir Penyusunan Profil dan Analisis Pembangunan Daerah (PrAda) Kabupaten Bengkayang Tahun 2020, dibuka oleh Kabid Pengendalian dan Litbang Bappeda Kab. Bengkayang, Emil, S.STP, M.Si dilanjutkan dengan materi paparan terkait Analisa Prada yang disampaikan oleh Kasubbid Data dan Litbang Bappeda, Vian Astara, ST dan paparan dari tenaga ahli yang di sampaikan oleh Bapak Dr. Rosyadi, SE, M.Si.

Bapak Dr. Rosyadi menyatakan bahwa beliau sangat mengapresiasi pemikiran Tim Penyusun Prada Kabupaten Bengkayang, dalam upaya menganalisa profil pembangunan daerah Kabupaten Bengkayang.

Beliau juga menyampaikan beberapa poin- poin review sebagai berikut :

  1. mendukung terwujudnya pengurangan kesenjangan atau ketimpangan pembangunan antar daerah melalui sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan dalam satu kesatuan wilayah dan keterkaitan antarwilayah, antara pusat dan daerah, antar-Kementerian/ Lembaga (K/L), antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pemangku kepentingan, sesuai dengan kewenangannya, melalui pendekatan teknokratik.
  2. Profil dan Analsis Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkayang ini dapat dimaksimalkan dengan menyajikan sesuatu yang dapat menjadi masukan Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk melaakukan pembenahan baik dari sisi perumusan program kebijakan maupun strategi pembangunan serta tetap fokud dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peran data, dalam suatu analisa sangatlah urgen, sehingga beliau juga menekankan bahwa data yang di jadikan bahan analisa harus akurat, terupdate  dan terverifikasi.

Selanjutnya dalam pertemuan ini dilakukan diskusi dan tanya jawab, berupa masukan, saran pendapat dari Kepala BPS terkait penyediaan data Potensi Desa yang menjadi sumber data dalam penyusunan PrAda ini, pencapaian IPM, peran perekonomian yang dapat memacu sektor lainnya;  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, terkait komponen Perikanan dan Kelautan dalam analisa PrAda; Kabid Data Kepedudukan dan Pencatatan Sipil, terkait pentingnya meningkatkan sektor unggulan contonhnya Pariwisata, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bengkayang dan dari Kasubbag Renja Dinas Kesehatan dan KB, terkait harapannya dalam penyusunan perencanaan penanggaran berbasis money follow program.

Profil dan Analisis Daerah (PrADa) ini, oleh para pemangku kepentingan dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk mempertajam dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang berbasis kewilayahan, utamanya dalam rangka menyusun program/kegiatan sesuai dengan isu atau permasalahan daerah, sebagaimana yang telah diuraikan dan disajikan di dalam Bab-4 Profil dan Analisis Daerah (PrADa) Kabupaten Bengkayang ini. Metode analisis yang dipergunakan dalam penyusunan PrADa ini, melalui pendekatan Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial (THIS). Metode analisis ini relatif baru dan belum memiliki banyak referensi yang dapat digunakan, utamanya dalam rangka merumuskan program/kegiatan sesuai dengan isu atau permasalahan daerah. Oleh karenanya penerapan metode THIS dalam penyusunan PrADa ini, dapat dipergunakan sebagai salah satu instrumen dalam rangka mempersiapkan penyusunan teknokratik study RPJMN 2021-2025, yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini.(admin/itsnty)

RAPAT MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN DAK TAHUN 2020, DAK CADANGAN THN 2020 DAN EVALUASI USULAN DAK THN 2021

Rapat Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan DAK Tahun 2020, DAK Cadangan Thn 2020 Dan Percepatan Pelaksanaan DAK Tahun 2021 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2020 Pukul 09.00 WIB s/d selesai bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Bengkayang. Rapat di ikuti oleh OPD pelaksana DAK, Inspektorat, Bagian Ekbang Setdakab dan dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si. (17/12/2020).

Rapat dilakukan untuk memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan DAK Tahun 2020 dan DAK Cadangan Tahun 2020, dalam rapat ini juga dibahas progres kegiatan, serapan anggaran dan capaian kinerja serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam rangka percepatan Pelaksanaan DAK Tahun 2021, telah dibahas usulan kegiatan yang sudah diterima dan ditandatangani secara digital oleh Kementerian dan OPD masing-masing serta langkah-langkah serta tindak lanjut yang harus segera dilakukan oleh stakeholder terkait baik Kepala OPD, BPKAD dan Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa (LPSE dan Pokja Pemilihan), dengan harapan pada Bulan Januari 2021 sudah mulai melaksanakan Lelang pengadaan Barang Dan Jasa DAK Tahun 2021.

Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang juga menekankan Kepada Kepala OPD Pelaksana DAK bahwa percepatan pelaksanaan DAK di tahun 2021 tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi situasi kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda negara yang dapat menyebabkan refocusing dan realokasi Anggaran seperti yang terjadi pada Tahun 2020.(admin/itsnty).

FORUM KONSULTASI PUBLIK RENCANA TEKNOKRATIK RPJMD TAHUN 2021-2025 KABUPATEN BENGKAYANG

Pj.Bupati Bengkayang Yohanes Budiman,S.IP.,M.Si. membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Teknokratik RPJMD Tahun 2021-2025 Kabupaten Bengkayang dilaksanakan secara online dan offline di Aula II Lantai V Kantor Bupati Bengkayang tanggal 8 Desember 2020. (08/12/2020).

Rancangan Teknokratik RPJMD ini disusun oleh Tim LP3M Untan dengan Tenaga Ahli Guru Besar FEB Bapak Prof. Dr. Edy Suratman, SE, MA., dan Guru Besar FKIP Bapak Prof. Dr. Aunurrahman, M.Pd, Dr. Sulistyorini, MPd, dengan Tim Dr. Stefanus B. Soeryamasuka, MT, Dr. Erlinda Y. MP. Gungun M. SE, MS. Dr. Maria Christiana I. Kalis. SE, MM, Bapak Thadeus Yus, SH, MPA.

Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si mengatakan “Tujuan dari pelaksanaan ini merupakan langkah awal dari Penyusunan RPJMD Kabupaten Bengkayang Tahun 2021-2025. Dengan menggali data awal. Peran strategis OPD diperlukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 5 Tahun Kedepan. Siapa pun Bupati terpilih pada PILKADA ini, akan tetap menggunakan data yang sudah kita persiapkan. karena Rancangan Teknokratik ini merupakan Bab 1 – 4 pda Dokumen RPJMD Bupati Terpilih”.

Pj. Bupati Bengkayang memberikan arahan bahwa “Konsultasi Publik Rancangan Teknokratik RPJMD Tahun 2021-2025 merupakan suatu proses dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Rancangan ini menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran Pembangunan Daerah. Rancangan Teknokratik RPJMD 2021-2025, disusun sebagai bahan masukan utama perencanaan RPJMD bagi Pemerintahan. Kemudian, sebagai pedoman atau acuan dalam menetapkan Kebijakan Dan Strategi Pembangunan Lima Tahun Kedepan Yang Berkelanjutan Terhadap Pembangunan Jangka Panjang.Pada dasarnya keberhasilan pembangunan terdiri dari 3 Pilar Utama, Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, dan juga Evaluasi. Ketiga Pilar tersebut harus sinkron dan sinergis agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan memiliki pengaruh yang bersifat positif bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung”

Ketika pilar perencanaan sudah baik, namun pada tahap pelaksanaan dan evaluasi tidak baik tentunya akan menghasilkan pembangunan yang tidak sesuai dengan tujuan. tidak bisa dibayangkan, apabila pada tahap perencanaan saja sudah terjadi kesalahan, tentunya simpang deviasi yang terjadi pada hasil pembangunan akan semakin besar dan dapat dijamin bahwa visi pembangunan akan semakin sulit dicapai. memperhatikan hal tersebut, maka diperlukan suatu kajian yang akurat, serta dukungan data serta potensi yang valid dalam penyusunan suatu dokumen perencanaan. Kegiatan ini selanjutnya ditutup dengan penanda tanganan Berita Acara Kesepakatan.(admin/itsnty).

PELEPASAN PURNA TUGAS SEKRETARIS BAPPEDA KABUPATEN BENGKAYANG

Bagi seorang PNS dapat memasuki usia pensiun dengan sehat dan selamat (tidak terjerat permasalahan hukum) adalah sebuah kemewahan. “PURNA TUGAS” menurut KBBI adalah berkenaan dengan keadaan setelah berakhir masa tugas.

pada hari ini, Jumat tanggal 4 Desember 2020 (04/12/2020) dilaksanakan kegiatan Pelepasan Purna Tugas Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang bapak Aladin,S.Pd.,M.Si. selama mengabdi, Bapak Aladin memberikan banyak kontribusi, teladan yang baik. bapak Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si mengatakan bahwa “beliau adalah sosok yang disiplin, dan bertanggung jawab. merupakan sosok orang tua bagi kita semua.”

Kegiatan ini di rangkaikan dengan acara Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Bappeda Kabupaten Bengkayang, Ibu Ketua DWP Unit Pelaksana Kabupaten Bengkayang juga menyerahkan bingkisan cindera mata kepada Ibu Aladin, selaku sekretaris DWP UP Bappeda Kabupaten Bengkayang. acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

Terimakasih Bapak Aladin,S.Pd.,M.Si untuk semua nasehat dan pengalaman yang diberikan, selamat memasuki masa purna tugas. “Masa Purna Tugas Bukanlah Akhir dari Aktivitas dan Kreativitas”. (admin/itsnty)

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK KAPASITAS BUMDESMA DENGAN TEMA” ENTERPRENEURSHIP TRAINING”

Kegiatan Pelatihan Dan Pendampingan Untuk Kapasitas Bumdesma Dengan Tema” Enterpreneurship Training” dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2020, bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Bengkayang. acara ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si dan bertindak sebagai Moderator Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Antonius Yewin,SP,MP dengan Narasumber Ibu DR.Maria Christiana Kalis,SE,MM dan bapak Edy Risdiyanto,ST (CH.,CHt(IACT-USA).,CI.,CMMH.,M.NNLP.,C.CW.,C.STMI). pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara online dan Offline. (03/12/2020).

“Proses pembentukan jiwa kewirausahaan menggunakan core values yang diintegrasikan kedalam proses
pemberdayaan masyarakat merupakan strategi pembelajaran yang dilaksanakan dengan lebih efektif bila
menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai atau tepat
dengan permasalahan kehidupan dalam masyarakat. Artinya pendekatan yang digunakan dapat berbentuk
problem solving atau studi kasus yang aktual terjadi di masayarakat.” ujar ibu DR.Maria Christiana Kalis,SE,MM

Bapak Edy Risdiyanto,ST mengatakan “untuk menemukan ide bisnis perlu melakukan Riset Bisnis dan Produk, menyerap Ide dari Masalah tiap orang,Belajar dari Kesuksesan orang lain,Belajar dari Kekurangan Pesaing, Mengikuti Tren, Mencari Ide kreatif Out of The Box, dan memperkaya Literasi.” (admin/itsnty).

KONSULTASI PUBLIK SEMINAR LAPORAN AKIR KEGIATAN PENYUSUNAN MATERI TEKNIS DAN REVISI PERDA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2014-2034

Pada hari ini, Kamis Tanggal Tiga Bulan Desember Tahun 2020 Bertempat di aula II lantai 5 Kantor Bupati Satu Atap Kabupaten Bengkayang, dilaksanakan seminar Konsultasi Publik Seminar Laporan Akhir Kegiatan Penyusunan Materi Teknis Dan Revisi Perda Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkayang Tahun 2014 – 2034. (03/12/2020)

Kegiatan Penyusunan Materi Teknis ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Peninjauan Kembali (PK) terhadap Perda Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkayang Tahun 2014 – 2034, yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 20017 Tentang Penataan Ruang sebagaimana termuat di dalam 26 angka 4 (empat) dan 5 (lima) , rencana tata ruang yang memiliki jangka waktu perencanaan 20 (dua puluh tahun) diberikan ruang untuk dapat ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Dan hasil rekomendasi Peninjauan Kembali tersebut menyatakan RTRW Kabupaten Bengkayang harus direvisi. Dalam sambutannya Pj. Bupati Bengkayang yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang Dr. Yan, S.Sos.,M.Si menyatakan bahwa revisi Perda Nomor 7 Tahun 2014, sebagai momentum yang tepat dan baik untuk mengakomodir dinamika, dan isu – isu yang berkembang saat ini, dan perkiraan proyeksi di masa yang akan datang berkaiatan dengan pemanfaatan ruang dan pengembangan wilayah di Kabupaten Bengkayang, diantaranya :

  1. Penentuan kembali serta penegasan batas dan luas administarsi kabupaten bengkayang;
  2. Pengembangan Kawasan-kawasan perkotaan dan pusat-pusat pertumbuhan baru;
  3. Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas seperti KPPN Ledo dan peningkatan Indeks Desa Membangun;
  4. Pengembangan Kawasan Perbatasan dengan adanya percepatan pembangunan PLBN Jagoi Babang;
  5. Pengembangan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil serta sentra pengembangan budidaya perikanan;
  6. Peningkatan ketehanan pangan melalui Pengembangan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B);
  7. Pentaan kembali basis spasial kehutanan dengan adanya program Pengusaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PTKH) Dan Program Tanah Obyek Reforman Agraria (TORA);
  8. Pengembangan destinasi pariwisata baru, desa pariwisata, pariwisata alam dan budaya tematik lainnya;
  9. Penetapan sebaran dan simpul – simpul kawasan industri pertambangan dan perkebunan, serta sentra-sentar komoditas unggulan lainnya
  10. Adanya wancana pembangunan PLTN di Kabupaten Bengkayang;
  11. Penataan kembali simpul dan jaringan sistem transportasi darat, air, dan udara;

Acara Konsultasi Publik ini melibatkan berbagai unsur (stakeholder), meliputi unsur legislatif (DPRD) yang dalam hal ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Bengkayang Bapak Esidorus, unsur eksekutif dari OPD terkait, para Camat se Kabupaten Bengkayang, unsur Perguruan Tinggi, tokoh adat, masyarakat dan agama, media masa cetak dan elektronik. dengan harapan dapat memberikan data, informasi, serta masukan-masukan yang membangun dalam upaya penyempurnaan dokumen dokumen materi teknis dan Materi Teknis dan Revisi Perda Nomor 7 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkayang tahun 2014 – 2034.(admin/itsnty).