Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Oktober 2020

RAPAT TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN (TKPKP) KABUPATEN BENGKAYANG

Rapat Tim Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan (TKPKP) Kabupaten Bengkayang di selenggarakan pada hari Selasa tanggal 27 Oktober 2020 bertempat di Wisma Jovan Bengkayang, Acara di buka oleh Pj.Bupati Bengkayang Yohanes Budiman,S.IP.,M.Si. hadir dalam rapat secara offline Asisten I Setda Kab.Bengkayang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Daerah Tertinggal, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan,Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, Plt. Kepala Dinas Koperasi,UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan dan KB, Dinas Perumahan Rakyat,Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu, Bagian Pembangunan Setda Kab. Bengkayang, BPS Kabupaten Bengkayang, Camat Ledo,Kepala Desa di Kecamatan Ledo, Pendamping Kawasan, BUMDESMA Ledo Jaya. dan hadir secara virtual via zoom meeting online Kasubdit Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bapak Stevanus Reno Budi Sasotyo,ST, Senior Manager NSLIC/NSELRED Natalie Leondhardt, RIFTA Coordinator dari Sekretariat RIF Muslih Amin. (27/10/2020).

Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si berharap Rapat Tim Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan (TKPKP) Kabupaten Bengkayang ini bisa menjadi suatu wadah untuk berdiskusi terkait Pengembangan Budidaya Jagung dan Produk Turunannya di Kawasan Agro Industri Ledo dengan memanfaatkan Program RIF yang ada di Kawasan.

Arahan Pj.Bupati Bengkayang Yohanes Budiman,S.IP.,M.Si mengatakan : “perlu keterpaduan lintas sektor untuk mensukseskan Program RIF di KPPN Ledo, kita berharap program ini dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Kawasan Perdesaan. agar para kepala OPD yang hadir pada rapat hari ini masing-masing melakukan tugasnya sesuai dengan fungsi masing-masing untuk mendorong pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di Kecamatan Ledo”

Harapan beliau bahwa setelah berakhir Program RIF di Kawasan, tetap ada pendampingan dari Pemerintah Daerah agar keberlanjutan program di Kawasan tetap berjalan.(admin/itsnty).

RAPAT INTEGRASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA PELAKSANAAN PROGRAM RIF DI KPPN LEDO

Rapat Integrasi Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pelaksanaan Program RIF di KPPN Ledo, Kabupaten Bengkayang dilaksanakan pada hari senin tanggal 26 oktober 2020 bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang, dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Aladin,S.Pd.,M.Si dengan di moderator oleh Plt. Kepala Bidang Fisik dan Tata Ruang Susandri Kisman,ST dihadiri oleh Camat Ledo,Dinas Kesehatan dan KB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Pangan Pertanian dan Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal, Bumdesma Ledo Jaya, Kepala Desa Lesabela, Kepala Desa Dayung.(26/10/2020).

Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang berharap “Integrasi Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pelaksanaan Program RIF di KPPN Ledo dapat di terapkan pada Rencana Aksi RIF”

UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terkait pengendalian dan pencemaran lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama. Narasumber dari Dinas Permukiman, Perumahan dan Lingkungan Hidup yaitu bapak Hasanudin,SP penekanan point pada program RIF ini adalah sesuai dengan Instrument Pencegahan Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Hidup sesuai dengan pasal 14 UU 32 Tahun 2009 yaitu keterkaitan dengan :

  1. KLHS
  2. Tata Ruang
  3. Baku mutu lingkungan hidup
  4. Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup
  5. Amdal
  6. UKL-UPL
  7. Dan perizinan

Keterkaitan dengan inovasi jagung di KPPN Ledo luas lahan yang dikelola dibawah 25 Ha tidak memerlukan dokumen Amdal / UKL – UPL. dan pengelolaan lingkungan hidup dengan upaya pembukaan lahan tanpa dibakar, pemeliharaan tanaman dengan pengendalian pencemaran tanah, air, udara dan limbah hasil tidak dibakar akan tetapi dibuat pupuk kompos atau pakan ternak.(Admin/itsnty).

SOSIALISASI PROGRAM PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN NARKOBA (P4GN) DILINGKUNGAN BAPPEDA KABUPATEN BENGKAYANG

Sosialisasi Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Narkoba (P4GN) Dilingkungan Bappeda Kabupaten Bengkayang di laksanakan pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Bengkayang, Acara ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si dengan moderator oleh Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Antonius Yewin,SP,MP dengan Penggiat Narkoba Bappeda Kabupaten Bengkayang Ibu Lelen.A,S.Sos Kasubbid Pemberdayaan Masyarakat dengan dihadiri oleh ASN dan Tenaga Honorer di Lingkungan Bappeda Kabupaten Bengkayang yang juga didampingi Tim dari BNN Kabupaten Bengkayang.(23/10/2020).

Read More

PELATIHAN ANALISIS RANTAI NILAI / Value Chain Analysis (VCA) TAHAP II RIF KPPN LEDO

Pelatihan Analisis Rantai Nilai / (value chain analysis) Tahap II di selenggarakan pada hari Kamis Tanggal 22 Oktober 2020 bertempat di Aula Bappeda kabupaten Bengkayang, Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Aladin,S.Pd.,M.Si dengan Moderator oleh Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Antonius Yewin,SP,MP dihadiri secara offline dari Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang,Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal  Kabupaten Bengkayang, RIFTA, Pendamping Kawasan, Bumdesma Ledo Jaya, Bumdes Lesabela, Bumdesma Jesape. hadir secara online Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang,Bank Kalbar, Bank BRI, NSLIC/NSELRED Pak Muslih, Pak Jim dan Pak Donny, dengan Narasumber Bapak Hidayat Al Banjari yang merupakan Advisor Local Economic Development NSLIC/NSELRED.(22/10/2020).

Pelatihan Analisis Rantai Nilai / (value chain analysis) Tahap II berfokus pada Pendekatan dan instrumen analisis untuk pengembangan sektor/sub-sektor/komoditi unggulan Daerah di Kawasan Agroindustri Ledo.

Diharapkan setelah mendapatkan materi training ini diharapkan para stakeholder pembangunan di Daerah (baik Pemerintah Daerah, pelaku swasta, akademisi, Lembaga Non Pemerintah, Lembaga di tingkat masyarakat) memahami metode menganalisis hambatan dan peluang, mengidentifikasi dan menilai alternatif solusi, serta aspek-aspek penting dalam penyusunan rencana aksi penguatan rantai nilai.(admin/itsnty).

PELATIHAN INPUT e-DATABASE STRUKTURAL SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) KABUPATEN BENGKAYANG

Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) diselenggarakan pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020 bertempat di ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang, pelatihan ini di buka oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang Aladin,S.Pd.,M.Si dengan operator dari setiap bidang yang ada di Bappeda Kabupaten Bengkayang.(19/10/2020).

Sistem Informasi Geografis (SIG) atau GIS (Geographic Information System) adalah sistem informasi database infrastruktur yang berbasis geospasial ini meliputi data desa, pertanian, kesehatan, pendidikan, jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkayang.

Pelatihan entri data pada applikasi sig2019.bengkayang.net. fokus kepada penginputan database infrastruktur : pada Data Desa berisikan profil desa, pada data Pendidikan (SD dan SMP), pada data Kesehatan (Rumah Sakit,Puskesmas, Pustu/Poskesdes), pada data Pertanian (Sebaran Sawah, Sistem Irigasi,Intensitas Tanam), pada data Jalan dan Jembatan (Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten, Jembatan).(admin/itsnty).

Rapat pembahasan permasalahan PT.Darmex agro plantation

Pada hari Senin, 12 Oktober 2020 dilantai 5 Kantor Bupati Bengkayang dilaksanakan rapat mediasi kembali antar PT. Darmex Agro Plantation dengan Masyarakat Kecamatan. Lembah Bawang yang diwakili Kades Lembah Bawang, Kinande, Godang Damar dan Kades Janyat. (12/10/2020).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Bengkayang Bapak Yohanes Budiman, S.IP, M.Si dan didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang Bpk Dr. Yan, Kakan BPN, Ketua Komisi 2 DPRD, Asisten 1, Kepala Dinas Permukiman dan Lingkungan Hidup, Kepala BPKAD, Kepala dinas Perizinan dan Pelayanan Satu Pintu, Kepala Dinas Pangan,Pertanian dan Perkebunan,Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Camat Lembah Bawang, Kasat Intel Polres, DAD Kab. Bengkayang, Kapolsek Samalantan, dan para pejabat terkait.

Dalam pertemuan ini disepakati mulai Rabu, 14-19 Oktober 2020 akan dilakukan pengecekan data dan peta dilapangan antara milik masyarakat dengan perusahaan, TKPI Kabupaten Bengkayang akan mendampingi. Semoga permasalahan antara masyarakat dengan PT. Darmex Agro Plantation segera selesai pada bulan oktober 2020 ini.(admin/itsnty).

PELATIHAN PENGARUSUTAMAAN GENDER

Workshop / Pelatihan Pengarusutamaan Gender di selenggarakan pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bengkayang. via zoom meeting secara online dan offline hadir secara offline di Ruang Rapat Bappeda dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Pendamping Kawasan,UMKM Milenial,Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Bengkayang,Bumdesma Ledo Jaya,Bumdes Lesabela,Bumdes Jesape,Bumdes Serangkat,Bumdes Semangat,Tenaga Ahli  P3MD Bidang Ekonomi,PIC Kabupaten Bengkayang,RIFTA. dan hadir secara online via zoom meeting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak  Kabupaten Bengkayang, TP PKK Kabupaten Bengkayang, direktur manajer NSLIC/NSELRED ibu Cavelle Dove, sekretariat NSLIC/NSELRED ibu Nathalia, dan narasumber ibu nopi. Workshop / Pelatihan Pengarusutamaan Gender di buka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si dan bertindak sebagai moderator Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Antonius Yewin,SP,MP (08/10/2020).

ibu nopi mengatakan bahwa “Gender mengacu kepada Perbedaan Peran, Status, Tanggung Jawab Fungsi Perilaku dan Perempuan yang merupakan Konstruksi (Rekayasa) Sosial.”

hal yang ingin dicapai pada Workshop / Pelatihan Pengarusutamaan Gender ini ialah “suatu kondisi dimana perempuan dan laki-laki menikmati status yang setara dan mendapatkan hak yang sama disegala bidang. hal yang sering terjadi adalah perbedaan upah yang diterima antara kaum lelaki dan kaum perempuan.” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang.(Admin/itsnty)

PELATIHAN BUMDES/BUMDESMA DI KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS NASIONAL (KPPN) LEDO


Pelatihan Bumdes/Bumdesma dilaksanakan di aula Kantor Desa Lesabela Kecamatan Ledo pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2020. kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline. pelatihan Bumdes/Bumdesma ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang DR.YAN,S.Sos.,M.Si dengan dihadiri oleh peserta rapat offline diantaranya Sekretaris Camat Ledo, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan yang juga selaku Moderator bapak Antonius Yewin,SP,MP Kepala Desa Lesabela, Kepala Desa Semangat, Ketua dan Bendahara Bumdesma Ledo Jaya, Bumdes JEsape, Bumdes Lesabela, Bumdes Serangkat, Tenaga Ahli P3MD, Pendamping Kawasan, PIC Bappeda Bengkayang, Tenaga Ahli RIFTA,UMKM Millenial. dan secara virtual / online Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, NSLIC/NSELRED pak muslih dan pak donny, Bidang Ekonomi pada BAPPEDA Kabupaten Bengkayang, dan Narasumber pelatihan bapak Edy Risdiyanto,ST,CHt,CI,CMMH,M.NNLP. (01/10/2020).

pada kesempatan ini, Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang menghimbau kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan ini secara serius, agar apa yang didapat dari pelatihan ini dapat di implementasikan pada Bumdes/Bumdesma di Wilayah masing-masing. karena tidak semua Bumdes/Bumdesma yang memiliki kesempatan mendapatkan pendampingan pelatihan ini.

tujuan dari pelatihan Bumdesma ini adalah agar Bumdesma paham akan tujuan daripada Bumdesma itu sendiri, diantaranya : meningkatkan perekonomian Desa,mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa, mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga, menciptakanpeluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa dan Pendapatan Asli Desa.(admin/itsnty)